Bangsa Indonesia adalah bangsa pelupa. Penyakit lupa itu tidak terlepas dari politik ingatan yang diberlakukan oleh pemerintah Orde Baru melalui rekayasa penulisan sejarah. Ingatan yang ditampilkan oleh Orde Baru seringkali bersifat selektif, parsial dan selalu mengacu pada pernyataan resmi pemerintah.
Semisal, pada masa Orde Baru, hari kesaktian Pancasila selalu dirayakan tanggal 1 Oktober setiap tahunnya. Sedangkan hari lahir Pancasila 1 Juni tak pernah diperingati. Soeharto juga digembar-gemborkan sebagai bapak pembangunan, kendati di balik suksesnya pembangunan (ekonomi), masih ada sebagian kelompok masyarakat yang tertindas hak-haknya.