Bung Karno adalah lawan yang niscaya bagi kolonialisme dan imperialisme
Bandung, 18 Agustus 1930. Gedung pengadilan yang terletak di Jalan Landraad itu penuh sesak oleh manusia. Mereka menggeremut, berjubel, bak semut mengerubungi gula. Hari itu, seorang pemuda berperawakan tinggi-tegap nan tampan, lengkap dengan jas warna putih, pentalon dan kopiah hitamnya melangkah tegar menghadapi tuan-tuan penegak hukum kolonial Belanda. Sorot matanya tajam, menyala-nyala, menunjukkan keberaniannya.